FAQ Kemitraan
Pertanyaan yang sering muncul — jawaban tanpa basa-basi.
Kalau jawabannya belum cukup, langsung chat tim kemitraan atau jadwalkan call. Kami lebih suka bicara langsung daripada lewat brosur.
Tentang model kerja sama
4 pertanyaanSecara hukum di Indonesia, "waralaba" punya kerangka resmi (PP 35/2024) yang mensyaratkan dokumen seperti prospektus dan STPW. Sampai semua dokumen itu rapi, kami tidak menyebut model kerja sama ini sebagai "franchise resmi" atau "waralaba resmi" — meskipun secara struktur kerja sama, beberapa elemennya mirip waralaba. Kami memakai istilah "kemitraan" supaya jujur soal status legalnya.
Tidak. Brand kami menjaga rasa, kualitas, dan pengalaman pelanggan yang konsisten — itu yang dibayar pelanggan. Kalau kamu mencari brand untuk ditempel ke konsep yang sudah jalan sendiri, ini bukan jodoh.
Eksklusivitas wilayah didiskusikan kasus per kasus saat tahap proposal. Kami biasanya memberi prioritas mitra existing untuk membuka outlet kedua di wilayah yang berdekatan.
Saat ini fokus utama adalah outlet dine-in seperti Swadarma dan Mekarsari. Model lain (booth, take away, cloud kitchen) bisa dipertimbangkan tergantung lokasi dan kapasitas mitra — dibahas di tahap diskusi.
Modal & ekonomi
4 pertanyaanTidak ada paket dengan angka tetap. Modal awal sangat bergantung pada lokasi, ukuran outlet, kondisi bangunan, dan model layanan. Kami berbagi rentang indikatif saat tahap diskusi awal, dan angka final muncul setelah survey lokasi.
Kami tidak memberikan janji periode balik modal. Setiap lokasi berbeda; kondisi pasar, traffic, biaya sewa, dan eksekusi operasional sangat menentukan. Kami akan berbagi data performa internal dengan calon mitra di tahap proposal supaya kamu bisa membuat estimasi sendiri.
Skema biaya — termasuk apakah ada royalty, fee servis, atau setoran sentral supply — dibahas di tahap proposal. Tidak dipublikasikan di website karena angkanya tergantung struktur akhir kerja sama.
Idealnya tidak. Kami lebih nyaman bekerja dengan pemilik atau operator yang aktif memantau langsung — atau setidaknya memiliki partner operator yang accountable. Investor murni pasif tanpa keterlibatan biasanya tidak cocok dengan ritme operasional kami.
Operasional & menu
4 pertanyaanMenu inti — paket Nusantara, paket Hemat, paket Merakyat, dan sambal — tidak diubah. Untuk menu lokal atau seasonal, kami bisa diskusikan jika ada usulan yang masuk akal dan tidak mengganggu posisi brand.
Beberapa bahan signature (sambal base, bumbu) dipasok terpusat untuk menjaga konsistensi rasa. Bahan segar (sayur lalapan, ayam, lele) di-source lokal sesuai SOP supplier yang disetujui.
Ya. Training dapur, plating, kebersihan, dan layanan pelanggan dilakukan sebelum buka. Supervisi awal 2–4 minggu pertama operasional.
Kami melakukan review bersama setiap kuartal. Kalau ada masalah, biasanya kami diagnosis bareng — bisa karena menu, pelayanan, pricing platform, atau hal lain — dan susun action plan. Kami tidak meninggalkan mitra sendirian saat masalah muncul.
Lokasi & survey
3 pertanyaanTidak otomatis. Kami review berdasarkan traffic, akses parkir, demografi sekitar (kantor, perumahan, kampus), dan kondisi bangunan. Beberapa lokasi yang kamu kira bagus belum tentu cocok — kami diskusikan terbuka.
Kami tidak menyediakan jasa pencarian lokasi, tapi kami senang mereview kandidat yang kamu temukan. Kalau ada wilayah yang kami targetkan, kami akan mention saat tahap diskusi.
Tergantung model. Untuk dine-in penuh seperti Swadarma / Mekarsari, biasanya butuh ruang yang cukup buat dapur produksi + area makan rame-rame. Booth atau quick service bisa lebih kecil. Detail dibahas saat survey.
Hukum & dokumen
4 pertanyaanDalam proses melalui jalur BPJPH resmi. Sampai sertifikat keluar, kami tidak memajang logo halal atau klaim "halal certified" di website maupun materi promosi. Status terbaru bisa ditanyakan saat tahap diskusi.
Proses pendaftaran merek sedang berjalan. Bukti pendaftaran akan ditunjukkan langsung kepada calon mitra serius di tahap proposal.
Belum, karena struktur kerja sama saat ini belum diklasifikasikan secara hukum sebagai waralaba. Jika nantinya kami beralih ke model waralaba penuh, STPW akan disiapkan sesuai jalur Kemendag.
Kontrak kemitraan disusun bersama tim legal dan disampaikan di tahap proposal. Kami mendorong calon mitra untuk membaca kontrak dengan tenang — bahkan minta review oleh pengacara sendiri sebelum tanda tangan.
Proses & timeline
3 pertanyaanSangat tergantung. Untuk kandidat dengan lokasi sudah siap dan modal sudah tersedia, biasanya 3–6 bulan dari diskusi awal sampai grand opening. Lebih lama jika lokasi masih cari atau renovasi besar.
Tim kemitraan biasanya membalas dalam 1–3 hari kerja. Jika ada pertanyaan tambahan, kami akan kirim sebelum jadwal call.
Tidak. Diskusi awal sampai tahap proposal tidak dipungut biaya. Biaya muncul saat ada komitmen formal (mis. survey lokasi di luar kota, atau biaya pendaftaran mitra setelah MoU).
Masih ada pertanyaan?
Lebih cepat lewat percakapan.
Pertanyaan spesifik soal lokasi, modal, atau skenario kamu — biasanya lebih efisien dibahas langsung. Pilih jalur paling nyaman.